Selama kita masih dalam proses memilih,
bukankah kita masih harus selektif dan memilih
yang terbaik menurut Allah, bukan menurut kita?
Karena kita sedang memilih pasangan seumur
hidup bukan seumur jagung, pasangan yang akan
menemani perjalanan hidup kita mengarungi
samudera kehidupan.Yang baik menurut Allah itu
yang bagaimana sih? ^_^
~♥~ “Tentunya dia adalah Seorang lelaki/wanita
yang mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas
segalanya.
Dari poin ini, kita akan mendapat selurh kebaikan,
kenapa? Karena menempatkan kita di posisi ke tiga
setelah Allah dan Rasul, tempat yang mulia. Jika dia
menempatkan kita di posisi ini, berarti imannya
telah ssempurna dan kita tidak salah memilih
orang. Karena belum sempurna iman seorang
mukmin sebelum ia mencintai Allah dan Rasulnya
di atas segalanya. Dia tidak akan sengaja menyakiti
kita, meski ada sesuatu yg tidak dia sukai dr diri kita
dia akan menerima kekurangan kita dengan
kesabaran karena dia telah memutuskan menerima
kita karena Allah , maka dia kan mencintai
kekurangan dan kelebihan kita satu paket.”
~♥~” Seorang lelak/perempuani yang sederhana
penampilannya namun luar biasa keimanannya.
Nah,, inilah peran tidak ada manusia yang
sempurna memainkan peranannya, pernahkah
kamu temui seseorang yang berwajah sederhana
atau bahkan sangat sederhana namun
ketqwaannya luar biasa? Ya, Itulah yang di sebut
baik di mata Allah meski di pandang buruk rupa
oleh manusia.
~♥~’ Dia adalah seorang lelaki yang tahu apa saja
kewajiban ia kelak sebagai seorang suami yang
menjadi hak-hak istrinya. Dan seorang wanita
yang tahu kewajibannya sebagai istri yang menjadi
hak-hak suaminya.
Bayangkan jika suami/istri kita tidak mengerti apa
saja kewajibannya, hak kita sebagai seorang istri/
suamipun tdk dapat ia penuhi, bahkan dia bisa
berlaku sewenang-wenang terhadap kita. Padhal
Rasulullah sendiri telah berpesan bahwa yang
paling baik di antara kalian adalah yang paling baik
memeperlakukan istrinya. dan Dunia adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
shaliha yang taat kepada suaminya, menjaga harta
dan kehormatannya ketika di tinggalkan.
~♥~’Dia juga harus tahu bagaimana menjadi
seorang pemimpin dalam rumah tangga.
Ibarat Nahkoda, suami harus memiliki dua ilmu,
pertama ilmu berlayar, kedua ilmu berenang.. Kalo
dia hanya memiliki Ilmu berlayar tapi tidak tahu
cara berenang bagaimana kalo tiba-tiba datang
badai menerpa perahu rumah tangganya? Begitu
pula sebaliknya, kalau suami hanya tahu cara
berenang tapi tidak tahu cara berlayar, mau di
bawa kearah mana perahu rumah tangganya?
teombang ambing oleh angin tanpa arah dan
tujuan yang jelas? Begitulah perumpamaan
seorang suami yang hanya mengerti Ilmu dunia
tapi tidak mengerti Ilmu akhirat.
~♥~” Dia tentunya adalah seorang lelaki/wanita
yang benar-benar tahu bagaimana cara menjaga
izzah dengan perempuan non-mahromnya.
Salah satu ciri lelaki shaleh yang pernah aku baca di
statusnya Ust Arifin Ilham, beliau berkata bahwa
lelaki yang shalih itu tidak akan berani menyentuh
wanita yang bukan mahromnya, jadi lelaki itu
benar-benar tahu bagaimana cara menjaga izzah,
jangankan menyentuhnya, ngobrol haha.. hihi..
becanda sembarangan dengan non-mahrom saja
tidak di benarkan loh. Jadi bisa di pastikan seorang
lelaki/wanita yang pandai menjaga izzah sudah
pasti akan mempertahankan kesucian hati dan
kesucian diri hanya untuk pasangan resminya saja
yang tentunya menjadi kekasih halalnya.
~♥~Dia tentunya seorang lelaki/wanita yang tahu
bagaiaman cara menjemput jodoh yang di ridhai
Allah agar tidak terjebak ke dalam kemaksiatan.
Laki-laki dan Wanita yang baik menurut Allah tidak
akan mendurhakai-Nya lewat PACARAN sebagai
cara mereka menjemput jodoh, karena lewat
jalinan berstatus PACARAN itu tak ada satupun
aktivitasnya yang bebas dari maksiat. Memandang
bisa jadi fitnah, mendengarkan suaranya bisa jadi
fitnah, memikirkannya bisa jadi fitnah, apalagi
sampai menyentuhnya bis ajadi musibah. Jika
memang inginkan sebuah pernikahan yang di
ridhai-Nya, bukankah caranya juga harus pake cara
yang di ridhai-Nya pula??
~♥~”Dia tentunya adalah seorang lelaki/wanita
yang benar-benar selalu berusaha menjauhi
larangannya dan mematuhi perintah-Nya.
Ada sahabatku yang ketika ku ingatkan tentang
kelalaian-kelalaian pria pilhannya agar dia mau
mempertimbangkan lagi keputusannya memilih
pria tersebut, sahabatku kemudian melontarkan
jawaban seperti ini” HATI ORANG SIAPA YANG
TAHU Fy” Hahh??? setengah kaget aku, lalu ku
jawab begini… Kita sebagai manusia biasa emang
gak bakalan tahu kaya apa isi hati orang, emang
kaya tahu isi, tinggal pake jurus satu gigitan isinya
keliatan semuah ^_^
Kita menag tidak akan mudah mengetahui isi hati
orang, bukankah ada pepatah yang mengatakan
dalamnya lautan masih bisa di selami, tapi hati
orang? meneketehe…^_^
Tapi Allah mengkaruniakan mata untuk melihat ciri-
ciri yang tampak dari padanya, apakah sudah
benar-benar terlihat dia memakai hukum islam
dalam menata kehidupannya, Allah juga
mengkaruniai kita akal untk berfikir dan
mempertimbangkan apa yg kita lihat dan dengar.
Jika memang ciri-ciri sudah memenuhi pesan
Rasulullah.. Tinggal kita minta petunjuk dari Allah
lewat istikhoroh, semoga apa yang kita lihat di luar
juga sesuai dengan apa yang ada di dalam. ^_^
Kalo kita pake alasan “HATI ORANG SIAPA YANG
TAHU” untuk tetap memilih pasangan yang jauh
dari ciri-ciri shaliha/shalih, Rasulullah gak akan
berpesan agar kita memilih yg baik agamanya,
Rasulullah mungkin akan berpesan, pilih aje yang
menurt kalian baik, yang kalian cintai sepenuh hati,
kita pake jurus untung-untungan, yang penting
cinta , mau baik apa kagak itu urusan belakangan,
wong kita gak tahu kayak apa isi hatinya, beuh… ^_
^
~♥~”Dia juga haruslah seorang lelak/wanitai yang
tahu apa tujuan utama sebuah pernikahan.
Lho emang tujuan nikah apa? Membina rumah
tangga? betul, tapi Bukan hanya itu.
Menjalankan sunah Rasul? betul tapi masih ada
tujuan utamanya.
Menyatukan cinta? betul , tapi tak hanya itu, kalo
sekedar nyatuin cinta .. kalo cintanya mulai luntur,
alkhirnya malah milih perceraian. Lain halnya kalo
pAsangan kita mengerti tujuan utama sebuah
pernikahan, dia kan bersabar dengan kekurangan
kita dan bersyukur atas kelebihan kita , karena dari
sabar dan syukur itulah kunci meraih rahmat dan
Ridha-Nya.
Tujuan menikah atau apapun segala bentuk ibadah
pada hakikatnya hanya memiliki satu tujuan, yaitu
Rahmat dan Keridhaan-Nya, Karena hanya dengan
Rahmat dan Ridha-Nya kita bisa selamat dari siksa
ApI Neraka dan bertemu dengan Wajah Allah
Ta’ala.
Penjabaran di atas hanya contoh kecil
bagaimanakah ciri-ciri seorang Lelak/wanitai yang
baik menurut Allah, Lalu kalo yang baik menurut
kita yang bagaimana:
~♥~ Cakep/ Cantik padahal belum tentu hatinya
malah tidak lebih baik dari rupanya. bahkan karean
kurangnya pemahaman agamanya, tidak sedikit
yang memilih selingkuh dan tidak menghargai
pasangannya karena merasa lebih sempurna.
~♥~ Berharta , udah jelas banget ini ma matre
namanya, padahal kan harta gak menjamin
bahagia walaupun semua orang
membutuhkannya. Tidak sedkit pula harta yang di
dapat tidak jelas asal usulnya . Punya harta kalau
tidak bisa menghargai pasangannya, apakah harta
itu akan bisa memberi jalan keluar ? tidak!
~♥~ Punya kedudukan, iya bisa menjadi mnusia
terhormat dan terpandang, tapi jika tanpa
keimanan dan ketaqwaan pasti rendah
kedudukannya di mata Allah. Bukankah Allah tidak
memandang harta, tahta ataupun rupa, karena
yang paling tinggi derajatnya adalah yang paling
bertaqwa?
~♥~ CINTA dAN SETIA : Dari mana kita tahu kalo
dia bakalan setia? wong jadi pasangan resmi aja
belum.. pake modal cinta kita memilihnya? tanpa
pertimbangan dari segi agama? kalo cintnya luntur?
gimana coba? pasti alsannya kaya artis kalo di
tanya kenapa memilih cerai? Kami sudah tidak ada
kecocokan. Hmm.. gampang banget.
Inget loh.. Jika cintamu ingin kekal sampai ke
Surga, mencintalah karena Allah.. Dengan cara
yang di ridhai Allah dan dengan Tujuan
mengharap Rahmat Allah. Kalau tidak, cintamu
hanya sebatas di dunia.. Karena hanya cinta karena
Allah saja yang dapat mempertemukan kita
kembali di Surga, cinta yang selain itu akan
berubah menjadi permusuhan di akhirat kelak.
Karena sesuatu yang kita cintai atau sesuatu yang
kita anggap baik belum tentu baik bagi kita
menurut Allah. Begitu pula sebaliknya sesuatu
yang kita anggap buruk bagi diri kita belum tentu
buruk menurut ilmu Allah. “Boleh jadi kamu
mencintai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk
bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal itu amat baik bagimu. Kamu tidak
mengetahui sedangkan Allah Maha
Mengetahui.” (QS. 2:216)
Pilihlah apa yang Allah pilihkan… Karena Pilihan-
Nya pasti yang Terbaik🙂
Created By : Created : Ameera ‘Afya’ Nurjannah

About aylon91

Pencari Ridho Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s